Usaha dan Perpindahan

Chiba,28 May 2010

Sering kita tidak sadar akan makna apa yang kita dengar atau pelajari di dalam kelas atau dalam kehidupan sehari-hari. Sering keberhasilan dalam mempelajari suatu ilmu diukur dari nilai, IP atau pekerjaan yang diperoleh setelah tamat dari suatu lembaga pendidikan. Kita sering lupa banyak konsep atau teori yang kita pelajari bisa diterapkan dalam kehidupan kita terlepas dari apapun yang kita pelajari. Kita boleh tidak mengerti dengan penurunan suatu rumus atau bingung dengan teori relativitasnya Einstein, atau terlalu sukar dalam memahami konsep mekanika kuantum, namun kita bisa memaknai beberapa prinsip yang bisa diterapkan dalam kehidupan kita.

Mari kita coba untuk membahas salah satu konsep sederhana dari salah satu materi kuliah Fisika yang pernah kita pelajari tentang Persamaan Usaha
W = F s
dimana W adalah usaha (Work), F adalah gaya (Force) dan s adalah perpindahan (Displacement).
Dalam topik ini kita tidak akan menerangkan konsep ini dalam bahasan Fisika namun kita mencoba membuat makna lain dengan persamaan ini. Perpindahan dalam persamaan ini kita artikan sebagai perubahan dalam hidup atau tingkat keberhasilan yang diperoleh.

Berdasakan persamaan dapat ungkapkan, apabila ingin mendapatkan perpindahan yang besar maka kita harus memberikan usaha yang besar dalam artian perpindahan berbanding lurus dengan usaha. Persamaan ini bisa dimaknai apabila kita ingin mencapai impian yang besar maka dibutuhkan usaha yang besar. (wah sudah malam, …to be continue….)

千葉, 日曜日/ 2010年5月 30日
yup…mari kita lanjutkan.
Namun perlu diingat dalam persamaan usaha ini ada variabel lain yang tidak bisa diabaikan yaitu gaya. Dalam persamaan ini gaya juga berbanding lurus dengan usaha namun bebanding terbalik dengan perpindahan. Mungkin kita pernah mengalami atau merasakan bahwa kita sudah memberikan usaha yang besar atau sudah “Ganbatte” seperti orang Jepang namun kenapa peubahan yang kita alami hanya kecil. Jika ini terjadi maka perlu di telusuri lagi, bisa jadi usaha yang besar berubah jadi gaya sehingga perpindahan yang kita alami akan jadi kecil. Dalam konsep lain gaya cukup penting untuk melakukan perpindahan atau membuat suatu percepatan, namun dalam konsep ini sebaliknya gaya akan mengecilkan perpindahan.

Secara fisika gaya atau kakas adalah apapun yang dapat menyebabkan sebuah benda bermassa mengalami percepatan. Namun dalam kehidupan sehari-hari gaya menurut kamus besar bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai sikap, cara bertingkah polah atau cara melakukan suatu gerakan. Kembali kepersamaan usaha, jika gaya terlalu besar (banyak gaya :D) maka perpindahan yang dibuat akan kecil. Walau bagaimanapun kita perlu ingat gaya tidak boleh sama dengan nol atau tanpa gaya, karena usaha yang dilakukan bisa sia-sia tiada hasil tanpa adanya gaya. Disini kita harus bisa mengatur porsi gaya yang pas untuk medapatkan perpindahan atau perubahan yang kita inginkan (jan lah banyak gaya, lagu minang mode on).

Sementara di stop dulu karena Dzaky sudah mau buat tulisan juga😀

千葉, 月曜日/ 2010年5月 31日

Ok sembari mengendorkan urat saraf habis kuliah dan kenkyu mari kita coba lanjutkan menulis beberapa kalimat masih sehubungan dengan usaha dan perpidahan.

Ada suatu sistem yang kalau kita tidak sadar akan membuat apa yang kita lakukan bukan dianggap sebagai usaha dalam artian usaha sama dengan nol. Mungkin pernah kita lihat orang yang mencoba pindah dari suatu keadaan ke keadaan lain namun sayangnya keadaan akhir sama persis dengan keadaan mula-mula, jika ini terjadi maka dia berada dalam suatu sistem yang konservatif. Dalam sistem konservatif usaha yang dilakukan oleh gaya konservatif hanya bergantung pada perpindahan (posisi awal dan akhir) bukan kepada lintasan perpindahan. Ini bisa diartikan seberapapun jauh kita berjalan, seberapapun banyak hal telah dilakukan jika kita tidak membuat suatu perubahan dalam hidup maka semua usahanya akan sia-sia, karena sesungguhnya kita belum kemana-mana.

Terkait dengan konsep perubahan, jauh sebelum orang pada cerdas rasulullah Nabi Muhammad SAW dalam suatu hadistnya menyatakan dengan indah dan jelas tentang konsep peubahan. Jika hari ini lebih baik dari hari kemaren atau ada perubahan positif anda termasuk orang beruntung, jika sama dengan hari kemaren (perpindahan sama dengan nol) anda termasuk merugi, dan jika lebih buruk dari hari sebelumnya (perpindahan negatif) maka anda termasuk orang yang dilaknat.

ok…istirahat dulu…..ja matta..

Chiba, 1 June 2010

Ini juga masih lanjutan….

Musim berganti zaman berubah dan peubahan adalah suatu hal yang pasti terjadi. Permasalahanya adalah apakah kita bisa menyesuaikan diri dengan perubahan sembari mewarnai atau kita menjadi objek dari perubahan (diwarnai). Seperti yang sudah kita uraikan perubahan yang tejadi bisa negatif atau positif. Ada orang yang tidak bisa menyeimbangkan diri dengan perubahan betahan pada gaya konservatif akibatnya semua usahanya tidak lagi berarti.

Ada beberapa alasan orang tidak mau berubah, diantaranya sikap egoistik, malas karena untuk berubah perlu usaha baru dan sebagainya. Disampin itu ada juga orang yang berubah namun sebatas asesories, berubah dari suatu bentuk kebentuk lain, dari suatu kegiatan kekegiatan lain, namun tidak mengalami perubahan secara substantif (batuka baruak jo cigak) hanya berubah nama atau warna.

Selayaknya setiap perubahan harus dapat disikapi dengan bijaksana. Bisa dengan melakukan usaha-usaha baru atau bisa juga dengan merubah sikap, gaya dan sebagainya agar usaha dan gaya bisa menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi.

Wah…tulisanya sudah makin melebar nih, lain waktu kita kembalikan ke topik awal

千葉, 金曜日/ 2010年6月 11日

Ok setelah lepas dari beberapa deadline kita lanjutkan beberapa kalimat untuk closing artikel ini.

Pada prinsipnya mau atau tidak mau, suka atau tidak suka namun sebuah perubahan pasti akan terjadi. Hal ini bisa jadi karena adanya usaha atau gaya hidup yang mengalami perubahan. Untuk itu maksimumkan perubahan kita ke arah yang lebih baik, tingkatkan usaha atau rubah gaya (cara hidup) yang sesuai sehingga esok harus berubah dalam arah yang positif.

Perubahan tidak akan terjadi kalau kita tidak melakukan usaha sama sekali. Dalam satu firman-Nya Allah mengatakan, “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum hingga kaum itu berusaha untuk merubahnya”. Artinya Allah akan memberikan perubahan jika kita melakukan suatu usaha atau bersungguh-sungguh. Sampai disini rasanya sudah cukup pembahasan tentang usaha dan perpindahan (baca :perubahan) mudah-mudah kita dapat mengambil ikhtibar dari tulisan pendek ini.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: