Kelembaman

千葉, 金曜日/ 2010年6月 11日

Dalam tulisan sebelumnya kita sudah bicara tentang konsep usaha dan perpindahan. Kali ini kita akan berbicara tentang hukum NEWTON I yang sering disebut dengan hukum kelembaman (Inersia). Lembam dapat diartikan sebagai suatu sifat yang berusaha untuk mempertahankan suatu keadaan. Dalam arti lain, jika suatu objek berada dalam keadaan diam maka objek tersebut cendrung untuk selalu berada dalam keadaan diam, sebaliknya jika dia bergerak beraturan maka dia cendrung untuk selalu bergerak.

Dalam hukun Newton I ini, setiap benda akan tetap diam atau bergerak lurus beraturan jika tidak ada resultan gaya (F) yang bekerja pada benda tersebut, atau dalam bentuk matematis
Ftotal = 0
Nilai a = 0 karena v=0 (diam) atau v= konstan (GLB).

Ok sekarang kita bahas konsep ini untuk aplikasi kehidupan.

Setiap orang biasanya cendrung untuk mempertahankan keadaanya. Tubuh manusia juga mempunyai sifat kelembaman, karena mekanisme dalam tubuh diatur oleh hormon-hormon yang mempunyai fungsi-fungsi khusus. Sebagai contoh sederhana jika kita sudah terbiasa bangun jam 5 pagi maka secara tidak sadar setiap jam 5 kita akan terbangun karena tubuh kita akan mempertahankan suatu kebiasaannya, walaupun akan kembali tidur. Hal yang sama juga bisa kita rasakan bila pindah dari suatu belahan dunia kebelahan dunia lain yang mempunyai beda waktu cukub besar, maka tubuh kita akan mengalami “Jet Lag “.

Jet-lag berasal dari kata jet yang berarti pesawat dan lag yang berarti ketinggalan atau kelambatan. Dalam artian umum jet-lag adalah keterlambatan tubuh dalam mengimbangi perubahan waktu lingkungan yang berubah begitu cepat. Sehingga pada kondisi ini tubuh masih mempertahankan kebiasaan atau keteraturan yang telah ada sebelumnya. Ini berarti tumbuh mengalami kelembaman (inersia), walaupun kelembaman ini akan berubah menuju keteraturan baru seiring dengan perjalanan waktu dan perubahan lingkungan.

Kondisi ini dapat menjelaskan kenapa bagi orang pemalas sangat susah sekali untuk melakukan sesuatu karena dia berusaha untuk mempertahankan kemalasanya, sebaliknya orang yang biasa sibuk maka cendrung untuk selalu aktif, orang yang aktif biasanya akan linglung jika dalam waktu tertentu tidak ada aktivitas yang dilakukan.

Kelembaman ini juga dapat menjelaskan kenapa untuk memulai sesuatu kadang terasa berat, hal ini disebabkan karena kita akan beralih dari suatu kondisi ke kondisi yang lain. Mungkin masih terbayang bagaimana beratnya ketika harus memulai menulis skripsi atau tugas, tapi apa yang terjadi setelah menulis beberapa jam, hari, atau bulan, maka menulis sudah tidak lagi terasa berat karena tubuh sudah berada pada kondisi yang baru dan mempertahankan kondisinya yang baru (bergerak teratur).

Mempunyai sifat kelembaman bisa berarti negatif, namun bisa juga berarti positif dalam kehidupan. Jika kelembaman yang dimiliki digunakan untuk mempertahankan kebiasaan-kebiasaan (keteraturan) baik maka ini bisa berarti positif. Sebaliknya, jika kelembaman berusaha untuk mempertahankan kebiasan (keteraturan) jelek maka kondisi ini jadi nilai negatif dalam hidup.

Merubah keadaan bukanlah perkara mudah, ibarat mendorong kendaraan dalam keadaan berhenti memang butuh tenaga ektra karena kita melawan kelembaman, namun jika kendaraan sudah mulai bergerak maka energi yang dibutuhkan tidak lagi sebesar seperti waktu memulai, bahkan jika sudah bergerak teratur kita akan kesulitan untuk menghentikannya. Analogi ini mirip dengan tubuh kita, jika ingin berubah memang harus memberikan ekstra tenaga sampai kita settle pada keadaan yang baru dan tubuh kita sudah terbiasa dengan keteraturan baru.

Memang, menghilangkan kebiasaan atau membiasakan sesuatu yang tidak biasa, keduanya sama-sama berat untuk dilakukan. Tapi keduanya mungkin untuk dilakukan asal ada kemauan dan keinginan yang kuat dari dalam diri. Sebagian besar kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari adalah hasil didikan atau pengaruh lingkungan dimana kita berada, sehingga kadang kebiasaan bisa mejadi kharakter bagi seseorang. Mungkin bagi kita orang minang tidak asing dengan pepatah ini

Ketek ta anjo anjo
Lah gadang ta bao bao
Lah tuo barubah tido

Suatu kebiasaan yang dilakukan secara terus menerus akan menjadi kharakter (parangai) dalam diri kita yang susah untuk dirubah (kelembamannya cukup besar).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: