How High Your Level (Seberapa tinggi kelasmu ??)

Seperti biasa, habis pulang dari kampus Dian berbaring melepas lelah di atas hamparan tatami apatonya. Tiba-tiba sebuah pesan singkat dari adiknya yang bernama Tami muncul di mobile phonenya ,”BANG TELPON KESINI PENTING !! ” pesannya semua ditulis dengan huruf besar yang menggambarkan pensan ini sangat penting sekali. Belum sempat Dian menelpon, pesan kedua masuk, “ayo telp sekarang saya sudah tidak kuat menghadapinya…!!” kembali dengan huruf besar semua.

Dalam keadaan penasaran kemudian Dian menelpon adiknya yang sedang gundah gulana.

Dian : Asslm, Ada apa ?

Tami : Kita ada masalah bang, jawab Tami sambil terisak-isak menahan tangisnya.

Dian: Emangnya kenapa?

Tami : Ada masalah keluarga yang sangat gawat dan saya tidak bisa mengatasinya…….

Akhirnya Tami mulai bercerita panjang lebar tentang masalah yang sedang menimpa keluarga kami. Dengan sabar dan sedikit tenang Dian mendengar penuturan adiknya tersebut. Awalnya Dian sedikit terguncang namun setelah beberapa saat Dian kembali seperti semula dan mulai merespon dengan tenang terhadap keluhan adiknya, bahkan kadang sedikit bercanda dan tertawa.

Tami sedikit jengkel dan heran kenapa abangnya tertawa kecil mendengar masalah yang disampaikannya, “Abang kenapa tertawa..ini masalah serius…”. Dengan sabar Dian bercerita kepada adiknya. Tami, saat kamu masih belum terlalu mengerti dengan kekecewaan, saat kamu belum terlalu mengerti dengan rasa sedih yang keluarga kita alami, Abang dan semua sudah melalui cobaan dan ujian yang lebih berat dari ini. Kamu harus sadar semua peristiwa itu merupakan bagian dari ujian buat kita. Bila kamu lulus dari ujian ini maka kamu akan berada pada level baru dalam hidup dan kamu akan dapat memandang hidup dan segala permasalahanya lebih arif dan baik dari sebelumnya.

Kemudian Tami sedikit menyela…”trus kenapa abang bisa-bisanya tertawa dalam keadaan seperti ini ?.

Begini Tami, abang ingin jelaskan padamu tentang ujian ini dengan lebih sederhana. Kamu ingat pasti ketika berada di sekolah dasar (SD), betapa susahnya ujian tersebut dan munkin hanya sebahagian soal yang terjawab bagi kita. Seandainya ujian sekolah dasar itu diberikan pada kamu saat ini sebagai siswa SMA, pasti kamu juga akan tersenyum nenerima dan melaluinya. Begitulah hidup ini, jika kamu sudah berada pada level yang lebih tinggi maka kamu juga akan bisa tersenyum mengahadapi masalah dan ujian yang ada di bawah levelmu. Ini hanya masalah level hidup yang kamu punya saat ini (How high your level ??). Jadi lewatilah ujian saat ini maka kamu Insya Allah akan naik ke level yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Cara orang memandang hidup itu berbeda-beda, ini layaknya seorang yang sedang mendaki gunung dan memandang daerah disekitarnya. Saat masih di kaki gunung kita hanya bisa memandang sesuatu sangat terbatas, hanya kelihatan apa yang ada dihadapan saja, kita tidak tahu ada apa dibalik benda, bukit, rumah atau di balik yang semua kita lihat. Jika kamu mengambil keputusan dalam posisi itu, maka besar kemungkinan keputusan itu akan merugikan dirimu dan orang lain. Setelah beranjak pendakian kepinggan gunung maka mulai kelihatan alur dan liku yang selama ini tidak jelas bagi kita. Makin ke atas maka kita makin bisa melihat dengan jelas semuanya, kita bisa melihat kaitan-kaitan antar sesuatu. Pada posisi ini kita sudah bisa membuat suatu kebijakan dan keputusan yang lebih rasional, karena kita sudah mengerti betul dan paham akan banyak hal dalam hidup ini. Begitu lah hidup ini adiku…jika kamu telah mengerti dengan liku dan celahnya hidup ini suatu saat kamu juga pasti bisa tersenyum dengan masalah yang kamu hadapi.

“tapi caranya bagaimana…??”

Ok begini, kamu harus merubah cara berpikir dan titik padang kamu terhadap suatu masalah. Dalam kasus ini seandainya kamu menangis satu bulan terus menerus, apakah masalahnya akan selesai?, kemungkinan besar tidak. Maka lakukanlah yang bisa berguna bagi hidupmu dan lupakan pikiran yang tidak akan ada paedahnya bagimu. Jadi sedih lah sekedarnya kemudian kemballi ke jalur hidup semula dan focus kepada tujuan dan cita-citamu. Saat ini memang berat bagimu menghadapinya, tapi juga jangan jadikan alasan bagimu untuk gagal mengikuti kegagalan yang dilakukan orang lain itu namanya bunuh diri. Ini hanya bagai gempa atau gunjangan yang terjadi dalam hidup mu dan gempa itu tidak akan terjadi terus menerus tanpa henti. Dan semua peristiwa yang terjadi bergerak menuju suatu kesetimbangan baru, termasuk hidup yang sedang kita jalani. Mudah-mudahan suatu saat kamu akan arif menyikapi semua masalah yang kamu hadapi dalam hidup ini.

“Cintailah segala sesuatu itu sewajarnya karena bisa saja suatu saat nanti akan menjadi yang kamu benci dan bencilah sesuatu itu sewajarnya saja, karena bisa saja suatu saat nanti akan menjadi yang paling kamu cintai” (Hadits: Narated by  At-Tirmidzi)

By:andipiliang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: